Analisis Kesiapan Transformasi Digital pada UMKM Menggunakan Model TOE di Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka
DOI:
https://doi.org/10.71234/gjet.v2i1.114Keywords:
Transformasi Digital, UMKM, Model TOE, Kesiapan Digital, Kecamatan PolinggonaAbstract
Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing. Namun, tingkat kesiapan transformasi digital UMKM di wilayah kecamatan, khususnya di daerah yang masih berkembang, belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan transformasi digital pada UMKM di Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka, menggunakan model Technology Organization Environment (TOE). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan responden sebanyak 48 pelaku UMKM yang bergerak pada sektor perdagangan, kuliner, jasa, dan produksi rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert yang disusun berdasarkan tiga dimensi TOE, yaitu teknologi, organisasi, dan lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, indeks kesiapan, serta kategorisasi tingkat kesiapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapan transformasi digital UMKM di Kecamatan Polinggona berada pada angka 2,61 dari skala 5, yang termasuk dalam kategori belum siap. Dimensi teknologi memperoleh skor rata-rata 2,54, dimensi organisasi 2,67, dan dimensi lingkungan 2,63. Temuan menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya keterampilan penggunaan teknologi, belum adanya perencanaan digital usaha, serta dukungan eksternal yang masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM di Kecamatan Polinggona belum sepenuhnya siap melakukan transformasi digital secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, pendampingan usaha, dukungan kebijakan, dan pengembangan ekosistem digital lokal untuk meningkatkan kesiapan transformasi digital UMKM secara bertahap.
References
[1] N. Rahmadyah and N. Aslami, “STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN PERUSAHAAN DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL,” Ekonam Jurnal Ekonomi Akuntansi & Manajemen, vol. 4, no. 2, p. 91, Aug. 2022, doi: 10.37577/ekonam.v4i2.441.
[2] T. Mulyaningsih, L. Ratwianingsih, A. R. Hakim, and M. Mulyadi, “Pelatihan Digitalisasi dan Pengelolaan Produk UMKM Makanan Halal Tradisional di Sukoharjo,” KUAT Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan, vol. 3, no. 2, p. 83, Nov. 2021, doi: 10.31092/kuat.v3i2.1401.
[3] P. S. Sitompul, M. M. Sari, C. M. B. L. Gaol, and L. M. Harahap, “Transformasi Digital UMKM Indonesia : Tantangan dan Strategi Adaptasi di Era Ekonomi Digital,” Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini, vol. 2, no. 2, p. 9, Mar. 2025, doi: 10.61132/jumbidter.v2i2.487.
[4] B. M. Sari and I. B. K. Bayangkara, “ANALISIS PERKEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL OLEH UMKM LOKAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN TRANSFORMASI DIGITAL : STUDI PUSTAKA DALAM PERSPEKTIF SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN KEBERLANJUTAN,” Gemah Ripah, vol. 5, no. 4, p. 334, Dec. 2025, doi: 10.69957/grjb.v5i04.2575.
[5] A. Setiobudi and T. Wiradinata, “INTENSI UKM DALAM ADOPSI FINANCIAL TECHNOLOGY DI JAWA TIMUR,” in National Conference of Creative Industry, Sep. 2018. doi: 10.30813/ncci.v0i0.1233.
[6] A. Asmawati, I. Ahmad, E. Suwarni, D. Alita, and C. D. Hasrina, “Online Marketing Readiness of MSMEs in Indonesia: A Perspective of Technology Organizational Environmental Framework,” Journal of Economics Business and Accountancy Ventura, vol. 27, no. 1, Jul. 2024, doi: 10.14414/jebav.v27i1.3399.
[7] M. A. C. Perdana, N. W. Sulistyowati, A. Ninasari, J. Jainudin, and S. Mokodenseho, “Analisis Pengaruh Pembiayaan, Skala Usaha, dan Ketersediaan Sumber Daya Manusia terhadap Profitabilitas UMKM,” Sanskara Ekonomi dan Kewirausahaan, vol. 1, no. 3, p. 135, Jun. 2023, doi: 10.58812/sek.v1i03.120.
[8] Y. P. D. Astuti, “Analisis Kesiapan Transformasi Digital UMKM dalam Penggunaan Aplikasi Pos Digital System dengan Metode I-Toe Framework,” Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi, vol. 30, no. 1, p. 175, Dec. 2024, doi: 10.59725/ema.v30i1.195.
[9] E. Sulaiman, C. Handayani, and S. Widyastuti, “TRANSFORMASI DIGITAL TECHNOLOGY-ORGANIZATION-ENVIRONMENT (TOE) DAN INOVASI DIFUSI E-BUSINESS UNTUK UMKM YANG BERKELANJUTAN: MODEL KONSEPTUAL,” Jurnal Manajemen & Bisnis Kreatif, vol. 7, no. 1, p. 51, Oct. 2021, doi: 10.36805/manajemen.v7i1.1947.
[10] R. R. Sari, R. Aryani, and D. Arsa, “Analisis Adopsi Pemanfaatan Teknologi Digital Pada Usaha Mikro Kecil Menggunakan Framework TOE,” Jurnal Ilmiah Media Sisfo, vol. 19, no. 2, Oct. 2025, doi: 10.33998/mediasisfo.2025.19.2.2458.
[11] D. C. Lantu, M. S. Triady, A. F. Utami, and A. Ghazali, “Pengembangan Model Peningkatan Daya Saing UMKM di Indonesia: Validasi Kuantitatif Model,” Jurnal Manajemen Teknologi, vol. 15, no. 1, p. 77, Jan. 2016, doi: 10.12695/jmt.2016.15.1.6.
[12] M. Mochklas, D. S. Panggayudi, N. Mauliddah, T. A. M. Sari, and R. Maretasari, “MOTIVASI KERJA MEMEDIASI PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS UMKM MASYARAKAT PESISIR SURABAYA,” EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan), vol. 7, no. 3, Sep. 2023, doi: 10.24034/j25485024.y2023.v7.i3.5475.
[13] G. Wiyono and K. C. Kirana, “Efek Impresi Fintech Terhadap Perilaku Keuangan Usaha Kecil Menegah (UKM),” Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, vol. 21, no. 1, p. 69, Apr. 2020, doi: 10.30596/jimb.v21i1.3889.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 GJET : Global Journal of Educational Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





