Sosialisasi Potensi Pasir Kuarsa dalam meningkatkan Literasi Pertambangan di Desa Petudua, Tanggetada, Kabupaten Kolaka

Authors

  • Syahrul Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Rizki Kumalasari Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Arif Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Nurfasiha Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Hasriyanti Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Sahrul Poalahi Salu Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Rina Rembah Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Isramyano Yatjong Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Musnajam Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • La Ode Dzakir Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Rizkal Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.71234/tenang.v2i2.90

Keywords:

Pasir Kuarsa, Petudua, Pertambangan, Sosialisasi

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan literasi pertambangan masyarakat Desa Petudua, Kabupaten Kolaka, melalui program sosialisasi yang berfokus pada penambangan pasir kuarsa. Pasir kuarsa merupakan mineral sedimen yang didominasi oleh silika (SiO₂) dan memiliki peran penting dalam berbagai industri, seperti konstruksi, pembuatan kaca, refraktori, hingga pengecoran logam. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pemahaman masyarakat mengenai keberadaan endapan pasir kuarsa, prosedur penambangan yang benar, dasar hukum pertambangan, serta potensi dampak lingkungan masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk memberikan informasi ilmiah yang mudah dipahami, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sembilanbelas November Kolaka melalui beberapa tahapan, yaitu pengecekan potensi endapan pasir kuarsa, koordinasi dengan aparat desa, persiapan materi dan logistik, hingga penyampaian materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Peserta kegiatan meliputi aparat desa, masyarakat lokal, serta mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, yang tercermin dari banyaknya pertanyaan mengenai regulasi penambangan, potensi cadangan, serta isu lingkungan yang mungkin timbul akibat aktivitas pertambangan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat terkait sumber daya pasir kuarsa dan tata kelola penambangan. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang untuk melaksanakan program lanjutan, seperti pelatihan pemetaan geologi, analisis laboratorium terhadap karakteristik pasir kuarsa, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Program lanjutan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dan pemahaman masyarakat dalam mengoptimalkan potensi mineral secara berkelanjutan.

References

Alonso, D. S., & López, J. R. (2020). Silica sand characterization and industrial applications. Journal of Mineral Materials, 12(3), 155–166.

Arifin, Z., & Sari, P. D. (2020). Community empowerment through environmental education programs in mining areas. Journal of Community Development, 5(2), 101–110.

Budhie, S., & Kurniawan, F. (2019). Geological mapping and identification of silica sand deposits in coastal regions. Indonesian Journal of Geoscience, 6(1), 45–53.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. (2020). Statistik Pertambangan Mineral dan Batubara Indonesia 2019. Kementerian ESDM.

Faisal, A., & Nurfaida, H. (2021). Pengelolaan sumber daya mineral berbasis masyarakat di daerah pedesaan. Jurnal Sumberdaya Geologi, 11(2), 75–84.

Hakim, R., & Prasetyo, B. (2018). The role of community education in sustainable mining practices. International Journal of Rural Development, 7(2), 96–104.

Hidayat, T., & Setiawan, R. (2022). Analisis dampak penambangan mineral bukan logam terhadap lingkungan. Jurnal Lingkungan Tambang, 4(1), 32–41.

Iskandar, M., & Lestari, S. (2021). Public awareness and legal literacy in small-scale mining communities. Journal of Environmental Policy, 9(1), 55–66.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2021). Kajian Mineral Bukan Logam Indonesia: Potensi dan Tantangan. Pusat Sumber Daya Mineral.

Kurnia, A. W., & Munandar, I. (2023). Community participation and environmental risk perception in mining villages. Journal of Society & Environment, 11(1), 24–35.

Mahmud, M., & Pramudita, T. (2020). Analisis karakteristik pasir kuarsa sebagai bahan baku industri kaca. Jurnal Material Industri, 5(3), 118–126.

Rahman, S., & Abdullah, R. (2019). Sustainable mineral resource management: A community-based approach. Asian Journal of Mining Research, 3(2), 49–60.

Satria, H., & Febriani, N. (2022). Evaluasi regulasi pertambangan mineral bukan logam di Indonesia. Jurnal Hukum Sumberdaya Alam, 10(1), 1–12.

Susanto, E., & Wibowo, T. (2021). The impact of silica sand mining on land degradation and its mitigation. Environmental Geoscience Review, 14(4), 210–222.

Wijayanti, D., & Yuliani, R. (2023). Penguatan literasi pertambangan masyarakat melalui program sosialisasi edukatif. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(2), 140–151.

Downloads

Published

2025-12-20

Issue

Section

Articles